Friday, May 21, 2010

The Feel of Eyes


Eye is such more than what you we see about!! Apa gunanya mata kalau hanya untuk memandang tanpa dapat merasakan. Ketika aku bisa melihat apa yang menjadi keindahan pandanganku, aku sungguh mengucap syukur. Mataku melihat apa yang Tuhan titipkan. Aku melihat banyak yang baik dan tidak sedikit yang buruk yang Tuhan tunjukkan untukku. Ketika mata merasakan apa yang indah, apa yang benar dan tidak, mulailah untuk melihat.! Lebih dari melengkapi kelima indra pemberian Tuhan; betapa aku disenangkan serta dibodohkan oleh mata. Tidak perlu menangis untuk menyesali apa yang di belakang; Tidak perlu membuka mata selebar mungkin menjalani siang; Tidak perlu tidur untuk melihat mimpi, senyumkanlah hatimu agar matamu memancarkan sinar yang menghangatkan orang lain.

Mata membawaku merasakan cinta, kasih, dan sayang. Aku memuja matanya, yang telah memancarkan sinar kebaikan. Benar bahwa mata telah membawaku mengenal banyak perkara besar dan kecil. Kebaikan yang dipancarkan matanya membuatku merasakan hidup. Cahaya matanya menceritakan kisah hidupnya yang tak habis untuk dipelajari sebagai suatu bentuk syukur. Perjalanan hidup; susah-senang, jatuh-bangun, ketawa-nangis, berlari-merangkak semua terangkai rapi di matanya. Kecerian yang tergambar di matanya seolah membuang semua kesedihan hatinya.

Ketika mata bertemu rasa, satu yang harus dipanjatkan adalah syukur. Kemampuan mata untuk menerima dan memberikan aura positif kepada sekitar kita tidaklah mudah. Aku belajar melihat keburukan dari keceriaan yang dipancarkan oleh mata. Dari mata mucul rasa ingin memiliki dan melepas, itu manusiawi. Dan kenyataannya, perasaan yang bergejolak di dalam hati muncul karna mata melihat. Perasaan terhadap sesuatu tidak akan pernah berhenti selagi mata bekerja. BERBUAT BAIKLAH SELAMA MATA MELIHAT.

No comments:

Post a Comment